Pengertian Segitiga Exposure - Tutorial Edit Dan Design

Segitiga Exposure

Segitiga exposure merupakan elemen yang sangat penting dalam fotografi meliputi Shutter Speed,Aperture dan ISO.Artinya apabila kamu dapat mengatur ketiga elemen itu akan mendapatkan hasil sangat bagus dan terlihat sangat menarik.

Untuk fotografer pemula ketiga elemen ini harus dikuasai terlebih dahulu,bisa di bilang elemen ini merupakan langkah dasar bagi kamu fotografer pemula agar menjadi seorang fotografer profesional.Hanya saja untuk mendapatkan settingan yang sesuai diperlukan pemahaman dan latihan yang dilakukan secara terus menerus.jadi ngga bisa dengan cara kamu hanya melihat satu kali di google atau media sosial,perlu adanya latihan yang dilakukan secara berulang ulang perlu jam terbang tinggi untuk dapat bisa memahami elemen ini.

Apa itu Segitiga Exposure



Exposure Triangle atau yang di sebut dengan segitiga exposure merupakan istilah yang menggambarkan tiga elemen utama dalam fotografi.Apa saja sih ketiga element itu?sudah admin jelaskan diawal yaitu Shutter Speed atau kecepatan rana,Aperture atau bukaan kamera dan ISO.

Secara singkat bisa admin artikan sebagai berikut:

·        Shutter Speed atau kecepatan rana yang bekerja untuk mengaburkan gerakan subjek foto.

·        Aperture mengatur dan mengontrol kepekaan bidang.

·        ISO mengatur noise digital pada foto.

 

Dalam pembahasan kali ini admin menggunakan contoh kamera yang admin punya,yaitu kamera canon 750D karena setiap versi kamera memliki seri yang berbeda namun pada dasarnya setiap kamera elemen tetap sama.

Seri kamera DSLR canon berdasarkan levelnya:

·        Pemula Entry Level

·        Pemula Mid Range

·        Semi Advanced

·        Advanced

·        Semi Profesional

·        Profesional

Segitiga Exposure

Shutter speed

shutter speed yang merupakan durasi kamera membuka sensor untuk menyerap cahaya masuk. Semakin lama durasi shutter speed terbuka maka semakin banyak cahaya yang masuk, sebaliknya semakin cepat durasi shutter speed maka semakin sedikit cahaya yang masuk.

Apabila shutter speed tinggi ambil saja 1/300 maka kamu dapat seolah-olah membekukan gerakan sedangkan bila kamu atur  shutter speed lambat (1/10) membuat sensor dapat menangkap gerakan lambat objek.

Catatan:

·        Semakin Tinggi angka shutter Speed maka semakin cepat kamera menangkap gambar serta dapat mengurangi cahaya masuk.

·        Semakin Kecil angka shutter kamera maka semakin lambat kamera menangkap gambar namun dapat menambah cahaya yang masuk.

Aperture

Diafragma (Aperture) dinyatakan dengan(F). Aperture ini berguna untuk mengatur bukaan cahaya yang masuk mengenai sensor /film. Bila bukaan besar otomatis akan banyak cahaya yang masuk dibandingkan dengan bukaan kecil. Bukaan aperture besar ditandai dengan angka f/1.2, f/1.8 f/2.8 dst.Semakin kecil angkanya berarti semakin besar bukaan aperture-nya begitu pula sebaliknya.

Aperture atau bukaan lensa saat tombol shutter ditekan. Bukaan diafragma lebar (f/2) sedang (f/8), dan sempit (f/22).

Catatan:

Semakin kamu mengatur angka aperturenya (f1.8) maka akan menghasilkan foto yang bokeh.Istilah Bokeh dalam fotografi berarti memiliki foto dengan background yang blur,untuk effek blur yang lebih bagus lagi disarankan untuk upgrade lensa yang memiliki angka f1.2 atau f1.4 tentunya dengan di barengi dengan pengaturan shutter speed dan ISO menyesuaikan.

ISO

Secara teknis dasar fotografi untuk pemula apabila keadan cahaya kurang intensitasnya maka yang perlu dilakukan adalah menaikkan ISO hingga hingga foto yang dihasilkan mencapai titik keseimbangan. Sebaliknya apabila intensitas cahaya cukup terang maka yang perlu dilakukan adalah menurunkan ISO ke titik yang lebih rendah.

Catatan:

·        Untuk Penggunaan angka ISO jika pengambilan gambar di siang hari atau outdoor disarankan menggunakan angka ISO yang kecil (100/200).

·         Untuk Penggunaan angka ISO jika pengambilan gambar di malam hari atau outdoor disarankan menggunakan angka ISO yang besar (800-maksimal yang tersedia pada kamera yang digunakan).

·        Semakin besar angka ISO yang digunakan maka akan menimbulkan NOISE yaitu bintik-bintik putih yang muncul pada gambar yang diambil.

Selamat Mencoba

 

Posting Komentar

0 Komentar